Category Archives: Understanding NLP (Memahami NLP)

Level-level Pembelajaran

Bagikan

Pembelajaran tradisional dapat dibagi menjadi empat tahap utama:

1. Unconscious incompetence (Ketidakmampuan yang tidak disadari) Anda tidak tahu dan Anda tidak tahu bila Anda tidak tahu. Pikirkan beberapa kegiatan yang Anda lakukan dengan baik sekarang seperti membaca, bermain olahraga atau mengendarai mobil sekali waktu Anda tidak tahu apa-apa tentang itu. Anda bahkan tidak menyadarinya

2. Conscious incompetence (Ketidakmampuan yang disadari) Sekarang Anda berlatih keterampilan, tetapi Anda tidak terlalu baik. Anda belajar cepat pada tahap ini, karena semakin sedikit Anda tahu, semakin besar ruang untuk perbaikan. Anda akan mendapatkan hasilnya secara langsung

3. Confious competence (Kompetensi yang disadari)

Di sini Anda memiliki keterampilan, tetapi belum konsisten dan kebiasaan. Anda perlu berkonsentrasi. Ini adalah bagian yang memuaskan dari proses pembelajaran, tetapi peningkatan lebih sulit. Semakin baik Anda, semakin banyak upaya yang diperlukan untuk memperoleh keuntungan nyata.

4. Unconscious competence (Kompetensi bawah sadar)

Sekarang keahlian Anda sudah terbiasa dan otomatis. Anda tidak perlu memikirkannya. Ini adalah tujuan pembelajaran, untuk menempatkan sebanyak mungkin keterampilan itu ke dalam ranah kompetensi bawah sadar, sehingga pikiran sadar Anda bebas untuk melakukan hal lain, misalnya, berbicara dengan penumpang dan mendengarkan musik saat mengendarai mobil


  • -

Rapport (Building Trust)

Bagikan

Rapport adalah salah satu pilar Neuro Linguistic Programming (NLP). Tujuan utama dari rapport dalam berkomunikasi adalah membangun keyamanan pada proses komunikasi hingga muncul rasa saling percaya.

Rapport dapat terbina dengan mencari kesamaan, keselarasan dengan lawan komunikasi, Sehingga tidak ada ganjalan dalam komunikasi. Makin banyak persamaaan, rapport makin baik dan makin nyaman. Dalam kondisi seperti ini kedua belah pihak menjadi saling percaya dan komunikasi berjalan lancar.

Ketika kita berkenalan dengan seseorang yang baru kita temui, maka pembicaraan tanpa disadari akan mencari kesamaan di antara Anda berdua. Misalnya, dengan menanyakan asal usul daerah, asal sekolah, atau hal yang lainnya. Jika ternyata kita memiliki kesamaan, rasanya tiba-tiba dekat dengan kawan baru itu. Kesamaan membuat orang saling menyukai, jika lawan bicara kita sudah timbul rasa sukanya, maka akan mempercepat munculnya proses percaya.

Bagaimana membina Rapport ?

Secara umum ada dua cara membangun kode kesamaan agar kita disukai orang lain dalam berkomunikasi, yaitu :

1. membangun kode kesamaan fisiologis/postur tubuh

2. membangun kode kesamaan dalam berkata-kata.

Dua hal ini yang akan memunculkan suatu kepercayaan jika dibangun dengan sungguh-sungguh, yang kemudian akan menghasilkan suatu proses komunikasi yang mulus dan harmonis.

Dari contoh di atas, maka dengan sengaja kita dapat melakukan pencerminan (mirroring) untuk mendapatkan rapport pada orang lain secara mendalam dan cepat. Menariknya, yang dapat kita cermin bukan hanya postur tubuh (gesture), namun kita juga bisa bercermin pola nafas (kecepatan, posisi tekanan), gerak mata, rona wajah, tinggi rendah suara, kecepatan berbicara, dll. Kurangi atau tambah kecepatan bicara Anda sesuai dengan kecepatan lawan bicara. Demikian juga dengan tinggi rendah nada suara. Mereka akan merasa sangat nyaman, karena merasa sama dengan kita.

Mirrorring berbeda dengan “mimicking”, mirrorring harus dilakukan dengan tidak kentara, sehingga alam sadar lawan bicara tidak mengenalnya namun dapat dikenali oleh alam bawah sadar. Untuk meningkatkan ketidakkentaraan, Anda dapat melakukan cross mirrorring, yakni melakukannya dengan sedikit berbeda namun esensinya mirip. Semisal lawan bicara menggerakkan tangan kiri, maka Anda dapat menggerakkan tangan kanan. Semisal ia menumpangkan kaki kanannya di atas kaki kiri, maka Anda dapat melakukan dengan menyilangkan kaki kanan di depan kaki kiri tanpa menumpangkannya. Anda juga bisa melakukan yang disebut matching, yakni jika lawan bicara menyilangkan tangan maka kita menyilangkan kaki. Matching adalah melakukan pencerminan dengan bagian anggota tubuh yang berbeda.

Harus dicatat, mirrorring memiliki esensi ‘respek’, yakni ingin memahami alam pikiran orang lain karena kita merespeknya dengan cara menyamakan posisi tubuhnya. Sedangkan mimicking adalah meniru-niru gerakan orang lain tanpa respek.

Kode kesamaan yang kedua adalah menyamakan kata-kata (verbal mirrorring). Menyamakan kata-kata dalam NLP tidaklah sekedar menyamakan kata yang diucapkan oleh lawan bicara. Yang disamakan adalah sesuatu yang disebut predikat, yang menunjukkan preferensi pikiran lawan bicara dalam mengolah informasi.

 


  • -

Definisi NLP

Bagikan

NLP  adalah salah satu teknologi pengembangan diri.

NLP Singkatan dari Neuro Linguistic Programming

Neuro :  Hal ini mengacu kepada sistem saraf, pola pikir, bagaimana manusia merekam seluruh informasi dari luar melalui panca indera.

Linguistic :  Hal ini mengacu pada bagaimana kita berkomunikasi baik menggunakan bahasa verbal atau pun non verbal.

Programming: Bagaimana cara kita mengubah pola pikir dan cara berkomunikasi.

Lalu Apa itu NLP ?

NLP adalah tools untuk Transformasi pola fikir attitude,  komunikasi intrapersonal dan interpersonal untuk memperoleh hasil optimal.

Dalam proses Belajar NLP kita akan memahami cara-cara sederhana untuk optimalisasi pola fikir dan komunikasi.

Sedangkan Definisi NLP menurut para ahli pengembangan diri:

NLP is an attitude and a methodology that leaves behind a trail of techniques.” – Dr. Richard Bandler.

NLP cannot be dismissed as just another hustle. Its theoretical underpinnings represent an ambitious attempt to codify and synthesize the insights of linguistics, body language, and the study of communication systems.– Psychology Today

(NLP) does offer the potential for making changes without the usual agony that accompanies these phenomena. . . Thus it affords the opportunity to gain flexibility, creativity, and greater freedom of action than most of us now know. .– Training and Development Journal

. . . real estate brokers and salespeople use Neuro-Linguistics to enhance their communication skills and provide them with more choices when working in a difficult situation. . . it shows how we make sense of the world around us and communicate.” – Real Estate Today

NLP could be the most important synthesis of knowledge about human communication to emerge since the explosion of humanistic psychology in the sixties.“  – Science Digest

NLP has untapped potential for treating individual problems….It has metamorphosed into an all-purpose self-improvement program and technology.” – Time Magazine

NLP may be the most powerful vehicle for change in existence” – Modern Psychology

” NLP is an accelerated learning strategy for the detection and utilization of patterns in the world” – John Grinder

NLP is whatever works, and NLP is the Study of the Structure of Subjective Experience– Robert Dilts

NLP is Transformation Tools to Achieve Goal –Dudi “Motivator Transformasi” Mardiyansyah


  • -

Presuposisi NLP

Bagikan

Sebagai salah satu ilmu dan teknologi pengembangan diri, NLP punya dasar atau landasan berpikir dan bertindak. Dasar atau landasan ini disebut Presuppositions of NLP.

Presuppositions ini juga yang menjadi landasan berbagai prinsip, teknik, metode di NLP.

Apa manfaatnya mengetahui, memahami dan internalisasi Presuposisi NLP ?

Pertama adalah untuk memberikan makna positif terhadap sesuatu, atau untuk membingkai ulang representasi internal, hal ini bisa memberikan sugesti positif.

Kedua adalah ketika kita menggali dari apa yang dikatakan oleh orang lain saat berkomunikasi, kita dapat menemukan apa yang terjadi di dalam map of the world-nya (rep. Internal), kita menyadari bahwa setiap orang berbicara berdasarkan persepsinya, hingga dapat mencegah konflik saat terjadi ketidaksepahaman, Salah satu presuposisi NLP adalah The Map is not territory.

The Map is not territory.

Dengan internalisasi Presuposisi ini menuntun kita untuk memiliki mental untuk tidak mudah menilai segala sesuatu dari luarnya, tetapi melihat jauh ke dalam, menemukan esensinya.

Peta bukanlah wilayah yang sesungguhnya. Peta memang cukup membantu kita untuk ‘menandai’ sebuah wilayah sebelum kita mengenal lebih jauh ke dalam wilayah yang sesungguhnya. Tetapi tidak jarang kita terkecoh, dan terjebak mengandalkan ‘peta’ sebagai sebuah fakta yang terlihat di atas peta itu, sehingga seringkali  kita lupa terhadap esensi yang terkandung di balik yang terlihat. Seperti gunung es, kita hanya mampu melihat puncaknya, padahal esensinya ada di bawah permukaan air laut yang jauh berada di bawah puncak gunung es.

Presuposisi NLP Lainnya.

  • Everyone Lives in Their Own Unique Model of The World
  • Experience Has a Structure
  • Life, Mind and Body Are One System
  • The Meaning of a Communication is The Response You Get
  • Underlying Every Behavior is a Positive Intention
  • People Make The Best Choices Available To Them
  • There’s No Such Thing As Failure Only Feedback
  • If What You Are Doing isn’t Working, Do Something Else
  • We Have The Resources Within Us To Achieve What We Want
  • If One Person Can Do Something, Anyone Can Learn To Do It
  • People Work Perfectly
  • If Any System The Person With The Most Flexibility Will Control The System
  • Choice is Better Than No Choice

  • -

Competency Based HRM NLP Approach

Bagikan

Salah satu cara untuk memenangkan persaingan bisnis adalah dengan cara meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), pendekatan ini lebih dikenal dengan competency based HR management (CBHRM), atau manajemen pengelolaan sumber daya manusia berbasis kompetensi. Dalam pendekatan ini, kompetensi menjadi elemen kunci.

Secara general, kompetensi sendiri dapat dipahami sebagai sebuah kombinasi antara ketrampilan (skill), atribut personal, dan pengetahuan (knowledge) yang tercermin melalui perilaku kinerja (job behavior).

Neuro Linguistic Programming sebagai salah satu people development tools dapat diterapkan dalam manajemen pengelolaan sumber daya manusia berbasis kompetensi, CBHRM dengan menggunakan pendekatan Neuro Linguistic Programming (NLP) lebih dikenal dengan CBHRM “NLP approach”

Ada beberapa tahap dalam penerapan CBHRM berbasis NLP, berikut ini langkah demi langkah penerapan CBHRM “NLP Approach”

Tahap 1:

Menyusun bank data kompetensi yang berisi syarat kompetensi per bagian per posisi baik soft competency atau pun hard competency, lengkap dengan definisi kompetensi secara rinci termasuk indikator perilaku per level kompetensi.

Tahap 2:

Asesmen kompetensi karyawan, dari sini kita akan tahu gap kompetensi per personil. Kesenjangan antara level kompetensi yang dipersyaratkan dengan level yang dimiliki oleh karyawan saat ini.

Tahap 3.

Motivasi personil tentang perlunya Transformasi level kompetensi, serta goal untuk mencapai level kompetensi yang dipersyaratkan, bimbing personil membuat well form outcome (Powerful Goal Setting NLP Approach) dan visualisasikan goal.

Tahap 4.

Membuat action plan untuk mengisi kesenjangan kompetensi dan lakukan evaluasi untuk setiap langkah action plan.

Untuk memperoleh hasil optimal, aplikasikan CBHRM NLP Approach pada setiap fungsi manajemen SDM, mulai dari fungsi rekrutmen, manajemen karir, pelatihan, hingga sistem remunerasi.

 

 


  • -

Competency Based Training Need Analysis

Bagikan

Secara umum analisis kebutuhan pelatihan berbasis kompetensi adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data dalam rangka mengidentifikasi kompetensi karyawan yang perlu ditingkatkan atau diperbaiki agar kinerja, produktifitas karyawan/organisasi meningkat.

Tujuan Analisis Kebutuhan Pelatihan adalah menemukan dan mengenali adanya suatu kesenjangan kompetensi (Pengetahuan, ketrampilan dan sikap) yang dapat ditingkatkan melalui pelatihan.

Manfaat Analisis Kebutuhan Pelatihan:

  • Program Training akan sesuai dengan kebutuhan organisasi, jabatan maupun individu pegawai
  • Menjaga dan meningkatkan motivasi peserta dalam mengikuti pelatihan karena yang dituju jelas
  • Efisiensi biaya organisasi
  • Efektifitas pelatihan bisa dievaluasi.

Tahapan Analisis Kebutuhan Pelatihan:

  • Organizational-based Need Analysis
  • Job Competency-based Need Analysis
  • Person Competency-based Need Analysis

Organization-Based Need Analysis, melakukan analisis terhadap kebutuhan bisnis perusahaan, dinamika perusahaan, visi, misi dan goal perusahaan.

Job Competency-based Need Analysis, Dari business need analysis, kita akan tahu profil kompetensi (Knowledge, Skill & Attitude) yang dipersyaratkan untuk setiap bagian/posisi/jabatan.

Person Competency-based Need Analysis, melakukan analisis antara kompetensi yang diharapkan dengan kompetensi personil yang mengisi jabatan tersebut saat ini, kita akan tahu gap (kesenjangan) kompetensi
Dari kesenjangan kompetensi, kita dapat menentukan program pelatihan yang dibutuhkan untuk setiap personil.

  • -

Kompetensi

Bagikan

Seting kali kita mendengar, Human Resources berbasis kompetensi, interview berbasis kompetensi, pendidikan, pengajaran, kurikulum berbasis kompetensi.

Apa itu kompetensi ?

Kompetensi ?

  • Kompetensi adalah suatu kemampuan atau yang dipersyaratkan untuk melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas.
  • Miller (1990) mengemukakan 4 tingkat jenis kompetensi mulai kognisi hingga perilaku yang terdiri dari Knows, Knows How, Show How, dan Does.
  • Menurut Kamus Kompetensi LOMA (1998), kompetensi didefinisikan sebagai aspek-aspek pribadi dari seorang pekerja yang memungkinkan dia untuk mencapai kinerja excellent.
  • Seorang dikatakan kompeten setelah melewati tahap demi tahap tingkat kompetensi tersebut, dan pada akhirnya mampu melakukan kompetensi pada tingkat Does.

 Competency vs Job Description.

  • Job description melihat pada aspek apa (what), sementara model kompetensi berfokus pada aspek bagaimana (how)
  • Analisa job description melihat pada elemen-elemen pekerjaan, dan kemudian mendefenisikan suatu pekerjaan pada serangkaian tugas dan aktivitas yang dibutuhkan agar pekerjaan tersebut dapat terlaksana dengan baik.
  • Kompetensi fokus pada orang yang mengerjakan pekerjaan tersebut. Apa saja yang skill, knowledge, perilaku yang dibutuhkan untuk mengerjakan pekerjaan dengan optimal.

Pilar Kompetensi

Ada 3 pilar yang membangun kompetensi yaitu, knowledge (ilmu/pengetahuan) , skill (keterampilan) , dan attitude (sikap).

Knowledge (Pengetahuan).. Kedalaman ilmu dan luasnya pengetahuan, pemahaman akan berpengaruh positif terhadap kepercayaan diri karyawan, dengan demikian karyawan dapat melakukan pekerjaan dengan optimal dengan hasil excellent,

Skill (Keterampilan). Dengan keterampilan, karyawan siap melakukan tugas/jobdesc nya dengan hasil optimal. Keterarimpilan tercermin pada kecepatan, ketepatan karyawan mengerjakan tugasnya dan dapat diukur dari kualitas, kuantitas hasil kerja.

Attitude (Sikap) adalah prilaku kita selama bekerja, respon terhadap apa yang terjadi saat beraktifitas dan hubungan dengan rekan kerja


  • -

Transformasi Kompetensi

Bagikan

Mengapa karyawan, pengusaha, pegawai yang belum bisa menjalankan tugas, tanggung jawab dengan optimal dan profesional?

Pakar HR mengatakan, karena belum kompeten

……………………………

Kompeten/Kompetensi Itulah kata yang sering kita dengar…..

Lalu…….

Apa itu kompetensi…………

Apa Manfaatnya……………

Bagaimana cara meningkatkan kompetensi……

 

Apa Itu Kompetensi

Seorang pakar HR (Human Resources) Robert A. Roe (2001) mengemukakan definisi dari kompetensi yaitu:

Kompetensi……..Sebagai kemampuan untuk melaksanakan satu tugas & tanggung jawab (Role & Responsibility) mencapai tujuan

Kompetensi……Kemampuan Mengintegrasikan /Meningkatkan Pengetahuan, Pengalaman, Keahlian, Sikap, Nilai-Nilai Pribadi untuk mencapai tujuan.

Manfaat Kompetensi  

Kemampuan melaksanakan tugas dan tanggung jawab akan meningkat dengan Transformasi kompetensi

Bagaimana cara Meningkatkan Kompetensi

Kompetensi dapat meningkatkan dengan cara meningkatkan unsur-unsur pembentuk kompetensi secara simultan.

Unsur Kompetensi

  • Pengetahuan (Knowledge)
  • Pengalaman, Keahlian (Skill)
  • Sikap & Nilai-Nilai (Attitude)

Kompetensi= Skill X Knowledge X Attitude

Kompetensi dapat ditingkatkan dengan meningkatkan Skill, Knowledge & Attitude secara simultan.

NLP (Neuro Linguistic Programming) adalah salah satu solusi untuk meningkatkan kompetensi.

Dalam materi Training NLP ada istilah “MODELLING”……..

Modeling Adalah salah satu tehnik NLP untuk meningkatkan kompetensi.

Prinsip Modelling……

Bila orang lain kompeten (Knowledge, Skill, Attitude) dalam melakukan sesuatu maka kita pun bisa kompeten melakukannya dengan MEMODEL.

Bagaimana tehnik Modelling untuk meningkatkan kompetensi……

  1. Apa Tugas & Tanggung jawab kita sekarang
  2. Kompetensi (Skill, Knowledge, Attitude) apa yang dibutuhkan……Desire Competency
  3. Bagaimana Kompetensi kita sekarang…..Current Competency
  4. Adakah Gap antara Desire & Current Kompetensi
  5. Adakah orang yang bisa kita model kompetensinya (Skill, Konowledge, Attitude)
  6. Tampilkan orang tersebut di depan kita (Visualisasi) atau baca biografinya atau tonton filmnya
  7. Orang tersebut melakukan kompetensinya
  8. Integrasikan kompetensi orang tersebut dengan diri kita
  9. Rasakan sensasinya
  10. Segera Action untuk mengisi Gap di nomor 3

Lakukanlah 10 hal diatas  dengan konsisten rasakan Transformasi Kompetensi menjadi pribadi yang kompeten, pengusaha dan karyawan yang kompeten,

 


  • -

Powerful Goal Setting NLP Approach

Bagikan

“kalau anda tidak tahu mau kemana, maka anda tidak akan sampai kemana-mana !”

Tujuan yang jelas dapat memotivasi kita untuk mencapainya. Salah satu pilar dari Neuro Linguistic Programming (NLP) adalah outcome/tujuan. Outcome dapat menjadi sumber motivasi bila dibuat dengan baik atau lebih dikenal dengan Wellform Out Come.

Kriteria Wellform Outcome:

  1. Buat goal secara spesifiik, terukur.
  2. Menyadari mengapa goal tersebut harus dicapai, apa keuntungan bagi kita dan orang yang kita cintai jika goal itu tercapai,
  3. Jadikanlah Goal sebagai magnet.
  4. Sadari posisi kita saat ini.ada di mana.
  5. Memahami kompetensi yang dibutuhkan untuk mencapai outcome.
  6. Tahu kompetensi sekarang
  7. Menyadari adanya Gap.
  8. Menyusun strategic planing untuk mengisi Gap dan mencapai goal.
  9. Evaluasi & Monitoring.
  10. Sensory Based “Sensasi apa yang dilihat, didengar dan yang dirasakan saat goal tercapai dapat divisualisasikan”
  11. Visualisasi Goal.
  12. Membuat Action Plan

Dengan sebelas hal di atas, goal akan menjadi sumber motivasi untuk dicapai dan senantiasa semangat untuk mencapainya.

Contoh Powerful Goal Seting.

Insentif saya mulai bulan Maret 2013 sebesar 25 Juta per bulan. Dengan insentif 20 Juta per bulan saya bisa mengajak istri dan dua anak saya umroh di bulan ramadhan.

I Insentif saat ini ? 10 Juta

Kebiasaan & Kompetensi yang dibutuhkan: Selling skill, tehnik persuasi, tehnik negosiasi, internet marketing, ikut komunitas sales sukses,

Kompetensi saat ini: belum menguasai internet marketing, belum mengasai tehnik negosiasi.

Gap: Internet marketing & negotiation skill serta belum bergabung dengan komunitas sales sukses.

Visualisasi: Apa yang dilihat, didengar, dirasakan saat goal tercapai, insentif 25 juta per bulan di bulan maret, lihat senyum istri saat kita ngajak umroh, rasakan suasana ramadhan di Tanah Suci, suara adzan di sana.Bawa sensasi motivasi nya untuk meraih goal tersebut.

Action Plan: Ikut pelatihan, membuat web untuk promosi, gabung dcan saling sharing  dengan komunitas sales sukses, aplikasikan ilmu yang diperoleh, evaluasi pencapaian dan buat rencana tindakan transformasi.

 


  • -

Pilar NLP

Bagikan

Di setiap saya mengisi Training NLP banyak yang bertanya, bagaimana cara belajar NLP, memahami dan mengaplikasikan NLP agar hasilnya kokoh dan permanen ?

Dibaratkan dengan sebuah bangunan yang akan berdiri kokoh bila ditopang dengan pilar yang kuat. NLP pun memiliki pilar, kita akan memperoleh manfaat optimal dari NLP bila kita dapat memahami, internalisasi dan menerapkan pilar NLP.

Aplikasikan ilmu yang di dapat selama Training NLP diiringi dengan pilar NLP untuk memperoleh hasil optimal.

Pilar NLP tersebut adalah :

Outcome

Outcome adalah goal/tujuan yang spesifik. Seseorang dapat mencapai sukses bila ia punya goal/impian. Dari impian akan muncul motivasi dan tindakan yang dapat mengantarkan seseorang menuju kesuksesan.

Rapport

Setiap saat kita senantiasa berkomunikasi, kunci dari kesuksesan dalam berkomunikasi adalah Trust saling percaya. Rasa saling percaya akan timbul bisa kita saling memahami satu dengan yang lainnya. Rapport adalah tehnik untuk meningkatkan kualitas komunikasi hingga dapat membangun rasa saling percaya “Trust Building

Behavior Flexibility

Kemampuan beradaptasi adalah kompetensi yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan, pribadi yang mudah beradaptasi ditunjukan dengan keluwesan dalam berperilaku (Behavior Flexibiility) dan merespon situasi dan kondisi.

Sensory Acuity

Kepekaan dalam menyadari situasi, kondisi yang terjadi pada diri, lingkungan dan saat berkomunikasi dapat meningkatkan self awareness. Sensory acuity adalah kepekaan dari panca indera untuk memahami apa yang terjadi pada diri kita, lingkungan dan lawan bicara saat berkomunikasi

Dengan mengasah 4 Pilar di atas, memiliki goal, menigkatkan kemampuan komunikasi, mawas diri dan keluwesan berprilaku dalam mengaplikasikan NLP maka hasil yang dicapai dari Training NLP akan optimal dan permanen.

 


Cari di Web Ini

Event Search

Upcoming Event

All Events

Profil HRNLP

Katalog HRNLP