Category Archives: Aplikasi NLP (Artikel Penerapan NLP)

  • -

Competency Based HRM NLP Approach

Bagikan

Salah satu cara untuk memenangkan persaingan bisnis adalah dengan cara meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), pendekatan ini lebih dikenal dengan competency based HR management (CBHRM), atau manajemen pengelolaan sumber daya manusia berbasis kompetensi. Dalam pendekatan ini, kompetensi menjadi elemen kunci.

Secara general, kompetensi sendiri dapat dipahami sebagai sebuah kombinasi antara ketrampilan (skill), atribut personal, dan pengetahuan (knowledge) yang tercermin melalui perilaku kinerja (job behavior).

Neuro Linguistic Programming sebagai salah satu people development tools dapat diterapkan dalam manajemen pengelolaan sumber daya manusia berbasis kompetensi, CBHRM dengan menggunakan pendekatan Neuro Linguistic Programming (NLP) lebih dikenal dengan CBHRM “NLP approach”

Ada beberapa tahap dalam penerapan CBHRM berbasis NLP, berikut ini langkah demi langkah penerapan CBHRM “NLP Approach”

Tahap 1:

Menyusun bank data kompetensi yang berisi syarat kompetensi per bagian per posisi baik soft competency atau pun hard competency, lengkap dengan definisi kompetensi secara rinci termasuk indikator perilaku per level kompetensi.

Tahap 2:

Asesmen kompetensi karyawan, dari sini kita akan tahu gap kompetensi per personil. Kesenjangan antara level kompetensi yang dipersyaratkan dengan level yang dimiliki oleh karyawan saat ini.

Tahap 3.

Motivasi personil tentang perlunya Transformasi level kompetensi, serta goal untuk mencapai level kompetensi yang dipersyaratkan, bimbing personil membuat well form outcome (Powerful Goal Setting NLP Approach) dan visualisasikan goal.

Tahap 4.

Membuat action plan untuk mengisi kesenjangan kompetensi dan lakukan evaluasi untuk setiap langkah action plan.

Untuk memperoleh hasil optimal, aplikasikan CBHRM NLP Approach pada setiap fungsi manajemen SDM, mulai dari fungsi rekrutmen, manajemen karir, pelatihan, hingga sistem remunerasi.

 

 


  • -

Kompetensi

Bagikan

Seting kali kita mendengar, Human Resources berbasis kompetensi, interview berbasis kompetensi, pendidikan, pengajaran, kurikulum berbasis kompetensi.

Apa itu kompetensi ?

Kompetensi ?

  • Kompetensi adalah suatu kemampuan atau yang dipersyaratkan untuk melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas.
  • Miller (1990) mengemukakan 4 tingkat jenis kompetensi mulai kognisi hingga perilaku yang terdiri dari Knows, Knows How, Show How, dan Does.
  • Menurut Kamus Kompetensi LOMA (1998), kompetensi didefinisikan sebagai aspek-aspek pribadi dari seorang pekerja yang memungkinkan dia untuk mencapai kinerja excellent.
  • Seorang dikatakan kompeten setelah melewati tahap demi tahap tingkat kompetensi tersebut, dan pada akhirnya mampu melakukan kompetensi pada tingkat Does.

 Competency vs Job Description.

  • Job description melihat pada aspek apa (what), sementara model kompetensi berfokus pada aspek bagaimana (how)
  • Analisa job description melihat pada elemen-elemen pekerjaan, dan kemudian mendefenisikan suatu pekerjaan pada serangkaian tugas dan aktivitas yang dibutuhkan agar pekerjaan tersebut dapat terlaksana dengan baik.
  • Kompetensi fokus pada orang yang mengerjakan pekerjaan tersebut. Apa saja yang skill, knowledge, perilaku yang dibutuhkan untuk mengerjakan pekerjaan dengan optimal.

Pilar Kompetensi

Ada 3 pilar yang membangun kompetensi yaitu, knowledge (ilmu/pengetahuan) , skill (keterampilan) , dan attitude (sikap).

Knowledge (Pengetahuan).. Kedalaman ilmu dan luasnya pengetahuan, pemahaman akan berpengaruh positif terhadap kepercayaan diri karyawan, dengan demikian karyawan dapat melakukan pekerjaan dengan optimal dengan hasil excellent,

Skill (Keterampilan). Dengan keterampilan, karyawan siap melakukan tugas/jobdesc nya dengan hasil optimal. Keterarimpilan tercermin pada kecepatan, ketepatan karyawan mengerjakan tugasnya dan dapat diukur dari kualitas, kuantitas hasil kerja.

Attitude (Sikap) adalah prilaku kita selama bekerja, respon terhadap apa yang terjadi saat beraktifitas dan hubungan dengan rekan kerja


  • -

Transformasi Kompetensi

Bagikan

Mengapa karyawan, pengusaha, pegawai yang belum bisa menjalankan tugas, tanggung jawab dengan optimal dan profesional?

Pakar HR mengatakan, karena belum kompeten

……………………………

Kompeten/Kompetensi Itulah kata yang sering kita dengar…..

Lalu…….

Apa itu kompetensi…………

Apa Manfaatnya……………

Bagaimana cara meningkatkan kompetensi……

 

Apa Itu Kompetensi

Seorang pakar HR (Human Resources) Robert A. Roe (2001) mengemukakan definisi dari kompetensi yaitu:

Kompetensi……..Sebagai kemampuan untuk melaksanakan satu tugas & tanggung jawab (Role & Responsibility) mencapai tujuan

Kompetensi……Kemampuan Mengintegrasikan /Meningkatkan Pengetahuan, Pengalaman, Keahlian, Sikap, Nilai-Nilai Pribadi untuk mencapai tujuan.

Manfaat Kompetensi  

Kemampuan melaksanakan tugas dan tanggung jawab akan meningkat dengan Transformasi kompetensi

Bagaimana cara Meningkatkan Kompetensi

Kompetensi dapat meningkatkan dengan cara meningkatkan unsur-unsur pembentuk kompetensi secara simultan.

Unsur Kompetensi

  • Pengetahuan (Knowledge)
  • Pengalaman, Keahlian (Skill)
  • Sikap & Nilai-Nilai (Attitude)

Kompetensi= Skill X Knowledge X Attitude

Kompetensi dapat ditingkatkan dengan meningkatkan Skill, Knowledge & Attitude secara simultan.

NLP (Neuro Linguistic Programming) adalah salah satu solusi untuk meningkatkan kompetensi.

Dalam materi Training NLP ada istilah “MODELLING”……..

Modeling Adalah salah satu tehnik NLP untuk meningkatkan kompetensi.

Prinsip Modelling……

Bila orang lain kompeten (Knowledge, Skill, Attitude) dalam melakukan sesuatu maka kita pun bisa kompeten melakukannya dengan MEMODEL.

Bagaimana tehnik Modelling untuk meningkatkan kompetensi……

  1. Apa Tugas & Tanggung jawab kita sekarang
  2. Kompetensi (Skill, Knowledge, Attitude) apa yang dibutuhkan……Desire Competency
  3. Bagaimana Kompetensi kita sekarang…..Current Competency
  4. Adakah Gap antara Desire & Current Kompetensi
  5. Adakah orang yang bisa kita model kompetensinya (Skill, Konowledge, Attitude)
  6. Tampilkan orang tersebut di depan kita (Visualisasi) atau baca biografinya atau tonton filmnya
  7. Orang tersebut melakukan kompetensinya
  8. Integrasikan kompetensi orang tersebut dengan diri kita
  9. Rasakan sensasinya
  10. Segera Action untuk mengisi Gap di nomor 3

Lakukanlah 10 hal diatas  dengan konsisten rasakan Transformasi Kompetensi menjadi pribadi yang kompeten, pengusaha dan karyawan yang kompeten,

 


  • -

Powerful Goal Setting NLP Approach

Bagikan

“kalau anda tidak tahu mau kemana, maka anda tidak akan sampai kemana-mana !”

Tujuan yang jelas dapat memotivasi kita untuk mencapainya. Salah satu pilar dari Neuro Linguistic Programming (NLP) adalah outcome/tujuan. Outcome dapat menjadi sumber motivasi bila dibuat dengan baik atau lebih dikenal dengan Wellform Out Come.

Kriteria Wellform Outcome:

  1. Buat goal secara spesifiik, terukur.
  2. Menyadari mengapa goal tersebut harus dicapai, apa keuntungan bagi kita dan orang yang kita cintai jika goal itu tercapai,
  3. Jadikanlah Goal sebagai magnet.
  4. Sadari posisi kita saat ini.ada di mana.
  5. Memahami kompetensi yang dibutuhkan untuk mencapai outcome.
  6. Tahu kompetensi sekarang
  7. Menyadari adanya Gap.
  8. Menyusun strategic planing untuk mengisi Gap dan mencapai goal.
  9. Evaluasi & Monitoring.
  10. Sensory Based “Sensasi apa yang dilihat, didengar dan yang dirasakan saat goal tercapai dapat divisualisasikan”
  11. Visualisasi Goal.
  12. Membuat Action Plan

Dengan sebelas hal di atas, goal akan menjadi sumber motivasi untuk dicapai dan senantiasa semangat untuk mencapainya.

Contoh Powerful Goal Seting.

Insentif saya mulai bulan Maret 2013 sebesar 25 Juta per bulan. Dengan insentif 20 Juta per bulan saya bisa mengajak istri dan dua anak saya umroh di bulan ramadhan.

I Insentif saat ini ? 10 Juta

Kebiasaan & Kompetensi yang dibutuhkan: Selling skill, tehnik persuasi, tehnik negosiasi, internet marketing, ikut komunitas sales sukses,

Kompetensi saat ini: belum menguasai internet marketing, belum mengasai tehnik negosiasi.

Gap: Internet marketing & negotiation skill serta belum bergabung dengan komunitas sales sukses.

Visualisasi: Apa yang dilihat, didengar, dirasakan saat goal tercapai, insentif 25 juta per bulan di bulan maret, lihat senyum istri saat kita ngajak umroh, rasakan suasana ramadhan di Tanah Suci, suara adzan di sana.Bawa sensasi motivasi nya untuk meraih goal tersebut.

Action Plan: Ikut pelatihan, membuat web untuk promosi, gabung dcan saling sharing  dengan komunitas sales sukses, aplikasikan ilmu yang diperoleh, evaluasi pencapaian dan buat rencana tindakan transformasi.

 


Cari di Web Ini

Event Search

Upcoming Event

All Events

Profil HRNLP

Katalog HRNLP